Senin, 07 Februari 2011

Rossi: Simoncelli Luar Biasa


Pada hari ke-3 uji coba di Sepang (3 Februari 2011), Marco Simoncelli mencatatkan diri menjadi pembalap tercepat, hal ini menjadi perhatian dari Valentino Rossi. Karena seperti semua tahu bahwa mereka berdua adalah teman baik saat mereka berada di paddock maupun di tempat lain, namun saat mereka sudah mengenakan jaket dan helm balap masing-masing, mereka akan menjadi rival, sama seperti yang lain.
"Simoncelli mengelilingi lap dengan sangat cepat" kata Rossi. "Aku ikut merasa senang dengan yang dialaminya, karena sirkuit ini (Sepang) tidak pernah ramah padanya. Jika nanti kami harus bertanding head to head, pasti akan sangat berat. Dia orang yang besar, jadi rasanya seperti akan melawan orang yang lebih berat 20kg darimu. Kamu akan merasa yakin kalau kamu pasti akan sedikit dikalahkan olehnya. Menurutku dia akan menjadi salah satu pembalap yang nantinya akan ikut meramaikan perebutan juara."

Secara serius, Valentino menyimpulkan hasil uji cobanya selama 3 hari di Sepang dengan senyuman. Namun hasil positif tersebut mungkin bukan berasal dari urutan yang tercepat, karena Rossi hanya menempati urutan ke-10 (2.01'842) 1'085 detik di belakang Simoncelli.

Satu-satunya peningkatan pada catatan statistiknya adalah pada jumlah lap yang dilakukan selama uji coba berlangsung.
"Saat pertama kali tiba, aku merasa cukup senang dengan 20/30 lap perharinya. Namun bahu saya terasa semakin mambaik. Sekarang aku merasa semakin mudah untuk merunduk saat melaju lurus, meskipun bagian kiri saya berjuang keras. Aku harus menggantikan bahu kanan dengan lebih menggunakan lengan kiri. Aku masih tetap kehilangan waktu, namun tidak sampai 1 detik, mungkin hanya 0.6 detik"

Secara keseluruhan, tes selam 3 hari ini bisa dibilang positif.
"Kami benar-benar bekerja keras, saya lebih merasa menjadi semakin 'Ducatista' dari sebelumnya. (uji coba) Valencia (akhir musim 2010) sulit bagi saya secara psikologis. Setelah selama 7 tahun bersama Yamaha, keesokan harinya aku harus langsung naik motor yang sama sekali berbeda. Sekarang, segalanya sudah lebih baik. Orang-orang Ducati asik, baik yang ada di Racing maupun Factory, dan semuanya bekerja keras. Dengan tes ini, kami jadi memiliki ide-ide yang lebih jelas, dan saya sendiri merasa semakin nyaman."

Kita sepertinya tidak akan melihat debut seperti saat 2004, saat Vale secara mengejutkan menjadi juara di seri pertamnya bersama Yamaha, di Welkom, Afsel.
"Akan sangat berat untuk langsung menang di Qatar, namun aku merasa yakin akan mendapatkan balapan yang menyenangkan."

Ducati terkenal sebagai motor yang susah untuk dikendarai, hal ini sepertinya diakui oleh Valentino.
"Selama tes 3 hari ini, aku jadi lebih paham dengan karakteristik Desmosedici. Motor ini harus dikendarai dengan gaya seperti motor 500cc lama, yaitu dengan mengurangi pola lingkaran, dan cenderung langsung belok. Dengan Yamaha, aku bisa mengambil jalur yang lebih melingkar saat menikung, sementara motor ini lebih memerlukan kekuatan fisik. Aku perlu merubah sedikit gaya balap ku."

Dari hasil tes selama 3 hari tersebut, dapat disimpulkan bahwa persaingan perebutan gelar juara MotoGP musim ini akan lebih merata.
"Aku rasa banyak hal yang sudah dapat dilihat. Empat 'alien' yang biasanya akan berubah menjadi tiga 'alien' karena kondisiku yang kurang fit. Namun kami juga sudah jauh meningkat dibanding uji coba Valencia. Selain itu ada kekuatan baru yang akan berada tepat dibelakang mereka (Spies, Dovisiozo, Simoncelli). Menurutku mereka bisa menjadi ancaman. Namun, menurutku bembalap tercepat adalah Lorenzo. Dia memang berada diurutan ke-3 tercepat, namun dia baru mulai lap saat siang hari. Dan jika kita lihat dari hasil catatn waktu, kedua pembalap Yamaha memiliki rata-rata waktu yang konsisten dan bahkan lebih baik dari para pembalap Honda."

Minggu, 06 Februari 2011

Burgess: Kami Mungkin Bisa Menang di Qatar


Jeremy Burgess terlihat puas dengan hasil yang diperoleh di Sepang. Capek namun sesuai harapan, seperti yang ada dalam akun twitter Alex Briggs "Kami melakukan banyak pekerjaan, namun suasananya seperti saat 2004. Benar-benar menyenangkan"

Jeremy sendiri tidak pernah terlihat terlalu senang. Seperti orang Australia pada umumnya dia selalu tampil cool. 
"Setiap pagi Valentino bisa bangun, dan bahunya tidak ada masalah, jadi hasil kami positif." kata Burgess yang selalu tampil cool ini. "Kami mendapatkan kemajuan yang bagus dengan motor. kami memiliki 2 jenis motor yang kami rasa bagus, dan motor dengan setting yang berada diantara keduanya yang mungkin akan kami gunakan saat balapan berlangsung. Kami membuat motor yang lebih pas untuk gaya membalap Valentino. Saat uji coba akhir musim kemarin di Valencia, kami mencoba motor yang digunakan pembalap Ducati lain, dan motor tersebut sangat berbeda dengan motor yang sudah sangat kami kenal di Yamaha. namun dalam waktu 2 bulan kami kembali dengan hal-hal yang menurut kami, sudah jauh lebih normal, dan mampu melaju cukup cepat pada hari pertama, mengingat kami baru menyelesaikan sangat sedikit masalah pada suspensi."

Hal ini memberikan kesan bahwa tidak akan ada perubahan radical yang akan terjadi pada GP11
"Pada dasarnya kami perlu mendapatkan gambaran tentang efek dari perubahan yang kami lakukan pada Ducati. Beberapa motor sangat sensitif terhadap perubahan, sementara yang lain kurang sensitif. Pada saat kami mengerti perubahan apa yang diperlukan untuk hasil yang diinginkan, segalanya akan jauh lebih mudah."

Apakah frameless sasis Ducati yang membuat proses ini lebih sulit?
"Hal itu tidak sepenuhnya benar. Bisa dikatakan bahwa Ducati memiliki 2 sasis, jadi hal ini malah suatu keberuntungan. Namun hal itu bukan hal yang akan jadi pembahasan kami saat ini. Mengenai roda, ban, suspensi dan rem, intinya segala yang ada di bawah sasis, kami sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Yang berbeda hanyalah mesin dan sasis dari mesin, namun hal itu tidak menjadi masalah bagi kami."

Untuk menjaga pengenalan motor agar lebih simple, beberapa komponen baru tidak di gunakan.
"Kami belum pernah mencoba garpu depan 42 yang baru. Kami belum perlu. Kami sudah sangat paham dengan karakteristik garpu depan 48 selama bertahun-tahun, dan suspensi juga tidak ada masalah. Jelas tidak akan ada masalah dengan komponen yang sudah kami kenal dan pahami, karena di masa lalu juga tidak ada masalah. Jika ada masalah, hal ini bukan berasal dari bagian yang sudah kami kenal."

Kembali ke bahu Rossi yang bermasalah, Burgess menganggap segalanya berjalan dengan baik.
"Kami akan kembali kesini (Sepang) dalam waktu 3 minggu, saat Valentino berada pada kondisi yang lebih baik, dan saya yakin kami akan membuat kemajuan pada tes yang akan datang. Pada dasarnya, tes Sepang kemarin adalah untuk mengetahui kondisi Valentino dan bahunya."

Pada balapan pagi di Welkom 2004, Jeremy sudah memprediksi kemenangan yang akan diraih di Afrika Selatan tersebut. Dia satu-satunya orang yang yakin akan hal itu. Apakah dia akan mengulanginya lagi?
"Saya suka memimpikannya" kata Burgess. "Namun dalam kenyataan, berdasarkan dari yang dikatakan orang-orang medis, bahwa penyembuhannya berjalan baik, namun tidak akan 100% di Qatar (saat balapan pertama). Namun kita juga bisa melihat, Valentino bisa menang di Sepang tahun lalu dengan kondisi 80%, jadi tidak ada yang terlalu mustahil bagi Valentino dalam banyak hal."

Apa masalah yang dibicarakan saat ini?
"Ini bukan masalah sasis seperti yang terjadi saat di Yamaha dulu. Hanya masalah-masalah mendasar yang dibicarakan orang-orang di paddock. Lintasan sudah lama dan perlu diperbaiki. Ini masalah yang sama yang kami bicarakan dengan Yamaha di masa lalu. Dan kami tidak khawatir dengan hal tersebut."

Terakhir, Jeremy sudah bekerja denga Ducati selama beberapa bulan. Apakah terlalu berbeda baginya bila dibandingkan dengan Tim Jepang?
"Menurutku sama saja. Ini tentang membangun motor, dan mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Ketika saya berjalan di pabrik, tidak ada hal yang berbeda dengan pabrik jepang. Satu-satunya perbedaan adalah, kami hanya punya orang Italia bukannya orang Jepang, itu saja." canda Burgess.

Stoner: Hasil Kami Positif Meskipun Terjatuh


Perubahan dalam motor, dari Ducati ke Honda, sama sekali tidak mempengaruhi Casey Stoner. Pembalap Australia ini masih dalam taraf perkenalan dengan motor barunya, namun sudah mampu tampil konsisten dengan pembalap tercepat lainnya selama tes di Sepang.
Lap terbaik yang berhasil diperoleh saat hari ke-3 hanya terpaut 0.054 detik dibelakang Marco Simoncelli yang menjadi pembalap tercepat dan merupakan rekan satu tim.
"Hari ini merupakan hari terbaik, meskipun saya mengalami kecelakaan. (kecelakaan) Itu merupakan hal yang mengecewakan meskipun berasal dari kesalahan kecil yang saya lakukan. Saat itu saya melewati garis putih dan kehilangan grip depan. Saya masih sedikit terganggu dengan hal tersebut. Namun secara keseluruhan, kami mengalami kemajuan yang signifikan. Kami terutama mencoba kembali konfigurasi antara sasis yang keras dan yang lebih lunak, mencoba mendapatkan feel terbaik yang kami perlukan. Kami sama sekali belum melakukan modifikasi mesin, hanya melakukan modifikasi pada rem."
"Kami juga berusaha membuat motor bekerja lebih baik dengan ban yang berbeda. Kami juga mencoba konfigurasi control traksi yang berbeda, sehingga pada saat belok, motor akan mampu melakukan akselerasi lebih cepat. hal ini penting untuk membuat kami tetap cepat di tikungan. Kami sama sekali belum mengutak-atik mesin motor. Dalam tes berikutnya, mungkin kami akan mulai mencoba mengembangkan manuver motor jika memungkinkan. Kami juga akan mencoba garpu depan dan suspensi. Saya harus mengatakan, bahwa saya sangat senang dengan hal-hal yang kami temukan selama tes ini. Secara umum segalanya mengalami sedikit kemajuan dan saya sangat senang dengan paket motor Honda saya."

Spies: "Saya Puas Dengan Performa M1"


Ben Spies adalah salah satu kekuatan baru dalam ajang MotoGP. Keempat pembalap yang dikenal dengan sebutan alien (Rossi, Stoner, Lorenzo, Pedrosa) harus mulai memperhitungkannya bersama dengan Marco Simoncelli.
Selama uji coba 3 hari di Sepang (1-3 Februari 2011), Ben Spies menunjukkan hasil yang konsisten. Berusaha untuk tetap merendah, dan menghindari sorotan kamera yang sepertinya sangat ingin di dapat oleh rekan satu tim nya, dan hanya membagi pemikirannya tentang bagian-bagian yang perlu diperbaiki dan dikembangkan pada motor tunggangannya dengan tim Yamaha.
"Pada hari kedua dan ketiga kami berhasil mencatatkan hasil yang konsisten, sehingga saya sangat senang dengan hal ini. Ini menunjukkan motor kami sangat kompetitif. Memang ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki. Kami mencoba konfigurasi mesin yang berbeda dan arah pengembangan mana yang akan kami tuju untuk tampil lebih baik. kami juga mengembangkan perangkat elektronik untuk mengatur konsumsi bahan bakar namun yang tidak akan mengganggu hasil kecepatan yang sudah kami peroleh, dan kami sudah menemukan solusinya. Kami akan kembali lagi dalam 2 minggu (uji coba resmi ke-2 di Sepang) untuk mendapatkan hasil yang berbeda, yaitu lebih cepat, serta akan mencoba beberapa ban yang akan kami gunakan. Saya sudah selesai dengan pekerjaan kami disini. Dan sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan Jorge, kami berdua sudah bekerja keras dan kami sudah memberikan informasi yang diperlukan sehingga bisa dibawa pulang tim Yamaha Racing untuk dikerjakan."

Apa Yang Berbeda Dari Stoner & Rossi


Stoner dan Rossi adalah dua pribadi yang sangat bertolak belakang. Yang satu ceplas-ceplos dan sangat extrovert, sementara pihak yang lain cenderung tertutup dan berdiam diri. Namun mulai musim ini, keduanya akan memiliki satu hal yang sama yang akan menjadi pertanyaan, karena Stoner adalah pembalap sukses Ducati dan Rossi akan menggantikannya pada musim 2011 ini.
Fakta sudah membuktikan bahwa Stoner mampu menjadi juara dunia pada MotoGP tahun 2007, sementara Valentino akan mencoba menjadi juara dengan Ducati pada tahun ini. Dan sama seperti kepribadian mereka, gaya membalap mereka juga sama berbedanya walaupun kendaraan yang di tunggangi sama Ducati dan mereka juga sama-sama tahu bagaimana caranya mengoptimalkan kecepatan tunggangan mereka.
Foto diatas merupakan foto montase dari kedua pembalap pada tikungan yang sama; di Sepang, oleh fotografer yang sama, dengan menggunakan motor yang sama; Ducati. Foto Stoner diambil tahun lalu, sementara foto Valentino diambil saat uji coba di Sepang kemarin (1-3 Februari 2011). Foto tersebut secara jelas menunjukkan perbedaan cara balap mereka yang unik dan alasan yang membuat mereka berdua ingin agar setting motor dibuat berbeda.

Casey lebih suka melakukan sliding dengan roda belakang lebih mengarah keluar (seperti nge-drift). Ini adalah cara Casey mengendalikan Desmosedici yang terkenal susah belok dan memaksanya agar bisa menyesuaikan arah lintasan. Posisi badan Stoner juga lebih masuk menggantung ke dalam untuk menggeser titik beratnya dan memberikan beban tambahan pada roda sebanyak mungkin.

Sementara posisi Vale lebih mundur pada motor, tidak terlalu menggantung dan tidak terlalu extreme. Namun demikian keduanya tetap cantik, dan sangat menarik untuk kita melihat bagaimana cara Rossi menikung saat balapan MotoGP dimulai nanti, pada saat kondisinya sudah jauh lebih fit.

Selasa, 01 Februari 2011

Hasil Uji Coba Tes Pertama MotoGP (Hari ke-1)

Hari ini (1 Februari 2011) dilakukan uji coba resmi perdana MotoGP di Sepang, Malaysia. Dalam Uji coba yang baru berakhir pada sesi pertama ini dapat diketahui urutan pembalap adalah sebagai berikut:



  1. (26)  Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (Honda) dengan waktu  2:02.306
  2. (19)  Alvaro Bautista SPA Rizla Suzuki MotoGP (Suzuki)                  +   0.116
  3. (58). Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini (Honda)            +   0.140
  4. (7). Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini (Honda)               +   0.177
  5.  (4). Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team (Honda)                    +   0.221
  6. (11). Ben Spies USA Yamaha Factory Racing (Yamaha)                   +   0.312
  7. (27). Casey Stoner AUS Repsol Honda Team (Honda)                      +   0.382
  8. (4). Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team (Honda)                    +   0.473
  9. (1). Jorge Lorenzo SPA Yamaha Factory Racing (Yamaha)               +   0.491
  10. (5). Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)             +    0.593
  11. (46). Valentino Rossi ITA Ducati Team (Ducati)                                +    1.188
  12. (69). Nicky Hayden USA Ducati Team (Ducati)                                +    1.451
  13. (8). Hector Barbera SPA Aspar Team (Ducati)                                 +    1.461
  14. (35). Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)           +    1.703
  15. (65). Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team (Ducati)                   +    1.778
  16. (14). Randy De Puniet FRA Pramac Racing Team (Ducati)               +    1.895
  17. (300). Kousuke Akiyoshi JPN Honda Test Team (Honda)                 +    1.986
  18. (24). Toni Elias SPA LCR Honda MotoGP (Honda)                          +    2.550
  19. (100). T1 Yamaha Test Team (Yamaha)                                          +    2.611
  20. (200). T2 Yamaha Test Team (Yamaha)                                          +    2.929
  21. (17). Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (Ducati)               +    3.362

Sangat menarik untuk di amati, karena Suzuki menempatkan pembalapnya tepat di belakang Dani Pedrosa yang menempati urutan pertama.

Sabtu, 29 Januari 2011

Mobil Baru Ferrari F150


Ferrari menjadi tim pertama yang memperkenalkan mobilnya untuk Formula 1 (F1) 2011. "Scuderia" membuka selubung mobil barunya yang diberi nama F150 itu di Maranello, Italia, Jumat (28/1/2011).

Para desainer Ferrari mendandani "Si Kuda Jingkrak" ini supaya lebih agresif. Mereka melakukannya setelah menuai hasil menyedihkan pada seri terakhir musim lalu di Abu Dhabi, saat Fernando Alonso gagal menjadi juara dunia.

Ketua Tim Ferrari Stefano Domenicali mengakui bahwa tahun lalu mereka kehilangan banyak kesempatan di awal lomba. Karena itu, dia berharap desain F150 akan lebih kompetitif sejak awal musim.

Berbicara kepada media pada awal bulan ini, Domenicali mengatakan, "Tujuan utama kami pada 2011 sudah jelas, kami mengincar dua gelar sekaligus, yaitu konstruktor dan pebalap. Ini harus menjadi tujuan tim kami."

"Begitu juga dengan harapan, kami harus memiliki sebuah mobil yang kompetitif sejak awal, mobil yang bisa diandalkan, mobil yang tangguh. Saya harus mengatakan bahwa kami sudah melihat ini pada tahun lalu."

"Jika Anda tidak sempurna dalam sebuah lingkungan yang kompetitif, dengan lawan-lawan yang begitu kuat, sulit untuk meraih kemenangan," ujarnya.

Menurut rencana, seusai peluncuran mobil baru ini, Ferrari akan memberikan kesempatan kepada Alonso untuk melakukan tes di trek Fiorano pada Jumat sore, sekaligus promosi film. Setelah itu, pada hari Sabtu nanti giliran Felipe Massa yang melakukannya sebelum mereka menjalani tes resmi perdana pada Selasa pekan depan di Valencia, Spanyol.