Minggu, 06 Februari 2011

Burgess: Kami Mungkin Bisa Menang di Qatar


Jeremy Burgess terlihat puas dengan hasil yang diperoleh di Sepang. Capek namun sesuai harapan, seperti yang ada dalam akun twitter Alex Briggs "Kami melakukan banyak pekerjaan, namun suasananya seperti saat 2004. Benar-benar menyenangkan"

Jeremy sendiri tidak pernah terlihat terlalu senang. Seperti orang Australia pada umumnya dia selalu tampil cool. 
"Setiap pagi Valentino bisa bangun, dan bahunya tidak ada masalah, jadi hasil kami positif." kata Burgess yang selalu tampil cool ini. "Kami mendapatkan kemajuan yang bagus dengan motor. kami memiliki 2 jenis motor yang kami rasa bagus, dan motor dengan setting yang berada diantara keduanya yang mungkin akan kami gunakan saat balapan berlangsung. Kami membuat motor yang lebih pas untuk gaya membalap Valentino. Saat uji coba akhir musim kemarin di Valencia, kami mencoba motor yang digunakan pembalap Ducati lain, dan motor tersebut sangat berbeda dengan motor yang sudah sangat kami kenal di Yamaha. namun dalam waktu 2 bulan kami kembali dengan hal-hal yang menurut kami, sudah jauh lebih normal, dan mampu melaju cukup cepat pada hari pertama, mengingat kami baru menyelesaikan sangat sedikit masalah pada suspensi."

Hal ini memberikan kesan bahwa tidak akan ada perubahan radical yang akan terjadi pada GP11
"Pada dasarnya kami perlu mendapatkan gambaran tentang efek dari perubahan yang kami lakukan pada Ducati. Beberapa motor sangat sensitif terhadap perubahan, sementara yang lain kurang sensitif. Pada saat kami mengerti perubahan apa yang diperlukan untuk hasil yang diinginkan, segalanya akan jauh lebih mudah."

Apakah frameless sasis Ducati yang membuat proses ini lebih sulit?
"Hal itu tidak sepenuhnya benar. Bisa dikatakan bahwa Ducati memiliki 2 sasis, jadi hal ini malah suatu keberuntungan. Namun hal itu bukan hal yang akan jadi pembahasan kami saat ini. Mengenai roda, ban, suspensi dan rem, intinya segala yang ada di bawah sasis, kami sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Yang berbeda hanyalah mesin dan sasis dari mesin, namun hal itu tidak menjadi masalah bagi kami."

Untuk menjaga pengenalan motor agar lebih simple, beberapa komponen baru tidak di gunakan.
"Kami belum pernah mencoba garpu depan 42 yang baru. Kami belum perlu. Kami sudah sangat paham dengan karakteristik garpu depan 48 selama bertahun-tahun, dan suspensi juga tidak ada masalah. Jelas tidak akan ada masalah dengan komponen yang sudah kami kenal dan pahami, karena di masa lalu juga tidak ada masalah. Jika ada masalah, hal ini bukan berasal dari bagian yang sudah kami kenal."

Kembali ke bahu Rossi yang bermasalah, Burgess menganggap segalanya berjalan dengan baik.
"Kami akan kembali kesini (Sepang) dalam waktu 3 minggu, saat Valentino berada pada kondisi yang lebih baik, dan saya yakin kami akan membuat kemajuan pada tes yang akan datang. Pada dasarnya, tes Sepang kemarin adalah untuk mengetahui kondisi Valentino dan bahunya."

Pada balapan pagi di Welkom 2004, Jeremy sudah memprediksi kemenangan yang akan diraih di Afrika Selatan tersebut. Dia satu-satunya orang yang yakin akan hal itu. Apakah dia akan mengulanginya lagi?
"Saya suka memimpikannya" kata Burgess. "Namun dalam kenyataan, berdasarkan dari yang dikatakan orang-orang medis, bahwa penyembuhannya berjalan baik, namun tidak akan 100% di Qatar (saat balapan pertama). Namun kita juga bisa melihat, Valentino bisa menang di Sepang tahun lalu dengan kondisi 80%, jadi tidak ada yang terlalu mustahil bagi Valentino dalam banyak hal."

Apa masalah yang dibicarakan saat ini?
"Ini bukan masalah sasis seperti yang terjadi saat di Yamaha dulu. Hanya masalah-masalah mendasar yang dibicarakan orang-orang di paddock. Lintasan sudah lama dan perlu diperbaiki. Ini masalah yang sama yang kami bicarakan dengan Yamaha di masa lalu. Dan kami tidak khawatir dengan hal tersebut."

Terakhir, Jeremy sudah bekerja denga Ducati selama beberapa bulan. Apakah terlalu berbeda baginya bila dibandingkan dengan Tim Jepang?
"Menurutku sama saja. Ini tentang membangun motor, dan mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Ketika saya berjalan di pabrik, tidak ada hal yang berbeda dengan pabrik jepang. Satu-satunya perbedaan adalah, kami hanya punya orang Italia bukannya orang Jepang, itu saja." canda Burgess.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar